Program budidaya lebah madu Apis cerana di Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Yogyakarta sebagai sarana edukasi dan pemberdayaan ekonomi umat.
Audiensi dengan Rm. Dr. Martinus Joko Lelono, Pr., M.Hum. untuk Penguatan Kolaborasi

Pada 4 Juli 2026, tim pengembangan Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Yogyakarta melakukan silaturahmi ke kediaman Romo Joko Lelono. Pertemuan ini bertujuan untuk mempererat hubungan sekaligus mengajak berbagai pihak menjalin kerja sama dalam pengembangan panti.
Romo Joko Lelono menyambut baik gagasan tersebut dan menyatakan kesiapannya untuk membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak. Melalui kerja sama ini, Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Yogyakarta diharapkan dapat berkembang menjadi pusat pembelajaran, pemberdayaan masyarakat, dan pembinaan karakter, serta menjadi laboratorium percontohan panti berbasis ekologi yang dapat menjadi inspirasi bagi panti asuhan di Indonesia bahkan di tingkat Asia.
Tindak Lanjut Rebranding Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Yogyakarta

Pada pertemuan yang dilaksanakan pada Ahad, 12 Juli 2026, dibahas tindak lanjut hasil pertemuan sebelumnya di kediaman Romo Joko Lelono mengenai proses rebranding Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Yogyakarta. Rebranding ini mencakup pembenahan aspek fisik dan nonfisik, dengan tujuan memperkuat identitas, budaya, serta nilai-nilai panti agar lebih relevan dengan perkembangan zaman
Kegiatan diawali dengan pemaparan salah satu amal usaha panti, yaitu budidaya lebah madu. Selanjutnya, Romo Joko mengikuti demo panen madu sebagai bukti bahwa usaha tersebut mampu menghasilkan produk yang bermanfaat bagi kesejahteraan panti. Menurut beliau, madu memiliki banyak khasiat bagi kesehatan sehingga dapat memberikan manfaat, terutama bagi anak-anak panti


Setelah itu, Romo Joko meninjau aktivitas santri di bengkel keterampilan. Kegiatan ini menjadi salah satu wadah pengembangan minat dan bakat santri sekaligus menambah keterampilan di luar bidang pendidikan formal yang mereka tempuh. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi mengenai arah pengembangan panti. Selain pembenahan sarana dan prasarana, rebranding juga diarahkan pada penguatan nilai, budaya organisasi, serta upaya menciptakan ekologi panti yang lebih baik, sehingga mampu mendukung pembinaan dan pemberdayaan secara berkelanjutan.
Bp. Tofani Arief Budiman Pane selaku pengurus panti menyampaikan bahwa panti terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dengan menjalin kerja sama bersama berbagai pihak. Bantuan yang diterima setelah gempa tahun 2006 sangat membantu proses pembangunan panti. Ke depan, lahan kosong yang ada akan dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan panti. Melalui silaturahmi ini, diharapkan lahir berbagai kerja sama, ide, dan program yang bermanfaat

Hal tersebut juga disampaikan oleh Romo Joko Lelono. Menurut beliau, pertemuan ini menjadi kesempatan untuk mempererat persaudaraan, saling bertukar gagasan, dan membangun kerja sama. Beliau berharap kebersamaan yang terjalin dapat memberikan manfaat serta membawa dampak positif bagi masyarakat.
Dalam diskusi tersebut, Romo Joko beserta tim dan pihak panti sepakat untuk mengembangkan panti sebagai pusat peradaban, yaitu ruang yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengasuhan, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, pembentukan karakter, penguatan kepedulian sosial, pengembangan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan, serta wadah kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat. Melalui langkah ini, panti diharapkan mampu melahirkan berbagai gagasan dan program yang memberikan manfaat luas bagi lingkungan sekitar.
Dalam pertemuan tersebut, seluruh tamu dan tim panti sepakat bahwa kegiatan sosial perlu menjadi sarana untuk memperkuat persatuan, toleransi, dan kerja sama lintas pihak. Pengembangan Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Yogyakarta akan dilakukan secara menyeluruh, baik dari aspek fisik maupun nonfisik. Tim dari Atma Jaya menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan fisik panti, termasuk penyusunan konsep branding yang selaras dengan visi dan kebutuhan panti. Selain itu, berbagai pihak juga siap berbagi sumber daya, pengetahuan, dan pengalaman, khususnya dalam bidang lingkungan dan pembelajaran.
Dari sisi penataan kawasan, akan dilakukan pemetaan dan perancangan ekologi lingkungan secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir, sehingga tercipta lingkungan panti yang lebih asri, nyaman, dan berkelanjutan. Di samping itu, panti juga diharapkan dapat mengembangkan unit-unit usaha yang produktif sebagai ruang pemberdayaan dan kemandirian ekonomi tanpa mengabaikan fungsi utamanya sebagai lembaga pengasuhan dan pendidikan.
Penguatan Kolaborasi Menuju Panti Berbasis Ekologi

Penguatan kolaborasi menjadi langkah awal yang penting dalam mewujudkan Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Yogyakarta sebagai panti berbasis ekologi. Untuk mencapai tujuan tersebut, panti membangun kerja sama dengan berbagai pihak, seperti tokoh agama, lembaga pendidikan, komunitas, dan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat melahirkan berbagai program yang inovatif, berkelanjutan, dan bermanfaat bagi perkembangan panti
Salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut adalah penyusunan rencana kegiatan bersama Rm. Dr. Martinus Joko Lelono, Pr., M.Hum. Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi untuk mendukung proses rebranding dan pengembangan panti. Pengembangan yang direncanakan tidak hanya berfokus pada pembenahan sarana dan prasarana, tetapi juga pada penguatan pendidikan, pembinaan karakter, pemberdayaan anak asuh, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Melalui kerja sama ini, setiap pihak dapat saling berbagi pengetahuan, pengalaman, dan sumber daya sesuai dengan bidang keahliannya. Dengan demikian, pengembangan panti tidak hanya menjadi tanggung jawab pengurus, tetapi menjadi gerakan bersama yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam semangat persaudaraan, toleransi, dan gotong royong.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Yogyakarta diharapkan dapat berkembang menjadi pusat peradaban, yaitu tempat lahirnya pendidikan, pembinaan karakter, pemberdayaan masyarakat, dan kepedulian terhadap lingkungan. Selain itu, panti juga diharapkan menjadi laboratorium pembelajaran berbasis ekologi yang dapat menjadi rujukan bagi panti asuhan di Indonesia bahkan di tingkat Asia dalam mengembangkan pengelolaan panti yang mandiri, inovatif, dan berkelanjutan.
SUMBER REFRENSI
- Dokumentasi Humas Internal: Laporan Audiensi dan Silaturahmi Tim Rebranding Panti Putra Muhammadiyah bersama Rm. Dr. Martinus Joko Lelono, Pr., M.Hum. (Juli 2026).
- Nilai Teologi Katolik (Ekologi): Ensiklik Laudato si’ (2015) oleh Paus Fransiskus – Tentang pentingnya menjaga bumi sebagai “Rumah Kita Bersama” melalui aksi nyata kelestarian lingkungan.
- Nilai Dakwah Muhammadiyah: Konsep Fiqh Al-Bi’ah (Fikih Lingkungan) Majelis Tarjih Muhammadiyah – Mengenai mandat manusia sebagai khalifah di bumi untuk mencegah kerusakan lingkungan (ekologis).
- Komitmen Akademis: Memorandum Program Pengabdian Masyarakat dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta terkait penyusunan konsep branding fisik kawasan panti.
