AUM : Madu Surya Asy-Syifa


Kata Pengantar
Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada seluruh makhluk. Di antara begitu banyak nikmat yang dianugerahkan, madu merupakan salah satu karunia istimewa yang disebutkan secara langsung dalam Al-Qur'an, tepatnya pada QS. An-Nahl ayat 69, sebagai minuman yang memiliki beragam warna dan mengandung manfaat sebagai penyembuh bagi manusia.
Berangkat dari nilai-nilai tersebut, Madu Surya Asy-Syifa hadir sebagai ikhtiar untuk menghadirkan madu alami yang tidak hanya memiliki cita rasa yang khas, tetapi juga membawa nilai kesehatan, kebermanfaatan, dan kepedulian. Produk ini menjadi bagian dari upaya memanfaatkan anugerah alam secara bijaksana sekaligus mendukung terciptanya manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Melalui produk ini, nilai-nilai Al-Qur'an dipadukan dengan semangat kemandirian, pemberdayaan, dan kepedulian sosial. Setiap tetes madu menjadi pengingat akan kebesaran ciptaan Allah SWT sekaligus wujud nyata bahwa potensi alam dapat dikelola menjadi sesuatu yang bernilai bagi kehidupan.
Madu Surya Asy-Syifa diharapkan menjadi pilihan madu alami yang berkualitas, memberikan manfaat bagi kesehatan, serta menjadi bagian dari langkah bersama dalam menghadirkan keberkahan melalui produk yang lahir dari proses yang baik dan penuh tanggung jawab.
Legalitas Usaha

Perizinan PIRT


Sertifikasi Halal


SEJARAH LAHIRNYA MADU SURYA ASY-SYIFA
Berawal dari Semangat Kemandirian
Segala puji bagi Allah Swt. yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada seluruh makhluk. Di antara berbagai nikmat yang dianugerahkan, Allah memberikan kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan dan kesejahteraan umat. Sebagai lembaga sosial, Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Yogyakarta senantiasa berupaya menghadirkan program-program yang tidak hanya memenuhi kebutuhan anak-anak asuh dan karyawan, tetapi juga mampu membangun kemandirian lembaga secara berkelanjutan.

Berangkat dari semangat tersebut, panti mengembangkan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) sebagai salah satu ikhtiar mewujudkan kesejahteraan. Amal usaha ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan ekonomi, tetapi juga menjadi media pembelajaran, pemberdayaan, dan penanaman nilai-nilai keislaman kepada anak-anak asuh. Salah satu potensi yang dipilih adalah budidaya lebah madu, karena lebah merupakan makhluk ciptaan Allah yang disebutkan secara khusus dalam Al-Qur'an melalui Surah An-Nahl. Dari lebah dihasilkan madu yang dikenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, sehingga usaha ini memiliki nilai ekonomi sekaligus nilai edukasi dan dakwah.
Sebagai langkah awal, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mergangsan menerbitkan Surat Keputusan pembentukan Tim Pengembangan Amal Usaha, sedangkan Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Yogyakarta membentuk Tim Sekretariat sebagai pelaksana program. Kedua tim kemudian melakukan berbagai kajian dan diskusi untuk menentukan jenis usaha yang sesuai dengan potensi panti, memiliki prospek jangka panjang, serta mampu memberikan manfaat bagi anak-anak asuh.
Setelah melalui berbagai pertimbangan, diputuskan bahwa budidaya lebah madu menjadi amal usaha yang akan dikembangkan. Untuk mendukung pelaksanaannya, tim menjalin komunikasi dengan peternak lebah yang telah berpengalaman. Hasilnya, pada tanggal 10 Mei 2026 terjalin kerja sama antara Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Yogyakarta dengan peternak lebah madu dari Kabupaten Pati. Kolaborasi ini menjadi fondasi awal dalam pengembangan usaha madu, mulai dari pendampingan budidaya, proses produksi, hingga pengembangan usaha yang berkelanjutan.

Setelah kerja sama terbentuk, Tim Sekretariat Program mengadakan forum diskusi untuk menentukan identitas produk yang akan dipasarkan. Forum tersebut dilaksanakan pada 1 Juni 2026, bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. Momentum ini dipilih sebagai simbol semangat perjuangan, persatuan, dan gotong royong, sebagaimana para pendiri bangsa berjuang membangun Indonesia. Dengan semangat yang sama, tim berikhtiar membangun amal usaha yang diharapkan dapat menjadi sumber kebermanfaatan bagi panti dan masyarakat.

Melalui diskusi yang panjang dan penuh pertimbangan, lahirlah nama Madu Surya Asy-Syifa. Kata "Surya" berarti matahari yang menjadi identitas Muhammadiyah, melambangkan cahaya, pencerahan, semangat pembaruan, dan dakwah sebagaimana diwariskan oleh KH Ahmad Dahlan. Sementara "Asy-Syifa" berasal dari bahasa Arab yang berarti penyembuh atau kesembuhan. Nama tersebut dipilih karena mencerminkan harapan agar madu yang dihasilkan menjadi wasilah keberkahan dan kesehatan bagi masyarakat, sekaligus membawa semangat Muhammadiyah dalam menebarkan manfaat.
Madu Surya Asy-Syifa bukan sekadar sebuah produk, tetapi menjadi simbol lahirnya Amal Usaha Muhammadiyah yang memadukan nilai ekonomi, pendidikan, sosial, dan dakwah. Kehadirannya diharapkan mampu mendukung kemandirian Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Yogyakarta, memberikan pengalaman kewirausahaan kepada anak-anak asuh, serta menghadirkan produk madu berkualitas yang bermanfaat bagi kesehatan masyarakat. Dengan demikian, Madu Surya Asy-Syifa menjadi bukti bahwa amal usaha dapat tumbuh dari nilai-nilai Al-Qur'an, dikembangkan melalui semangat kolaborasi, dan diwujudkan untuk memberikan manfaat yang luas bagi umat.
Lebih dari itu, Madu Surya Asy-Syifa menjadi simbol dakwah Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Yogyakarta. Pada kemasan produk diangkat nilai-nilai Al-Qur'an sebagai pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat. Salah satunya adalah QS. Al-Ma'un ayat 1–7, yang menjadi landasan gerakan KH Ahmad Dahlan dalam membangun kepedulian terhadap anak yatim, fakir miskin, dan kaum dhuafa. Nilai-nilai tersebut menjadi ruh berdirinya Muhammadiyah sekaligus menjadi semangat pelayanan yang terus dijaga oleh panti hingga saat ini.


Selain itu, produk ini juga mengangkat QS. An-Nahl ayat 69, yang menjelaskan bahwa dari lebah dihasilkan madu yang menjadi penyembuh dan bermanfaat bagi manusia. Ayat tersebut menjadi inspirasi lahirnya Amal Usaha Muhammadiyah di bidang perlebahan dan produksi madu. Oleh karena itu, Madu Surya Asy-Syifa tidak hanya dipandang sebagai hasil usaha ekonomi, tetapi juga sebagai bentuk ikhtiar mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari melalui pemanfaatan potensi alam yang Allah Swt. anugerahkan.
Melalui kemasan produk, masyarakat juga diajak mengenal sejarah Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Yogyakarta, perjalanan pengabdiannya selama lebih dari satu abad, serta cita-citanya untuk menjadi lembaga yang mandiri, berkemajuan, dan terus memberikan manfaat bagi umat. Dengan demikian, setiap botol Madu Surya Asy-Syifa tidak hanya membawa manfaat kesehatan, tetapi juga menyampaikan pesan dakwah, edukasi, dan sejarah perjuangan Muhammadiyah. Produk ini menjadi media syiar yang menghubungkan nilai-nilai Islam, semangat pemberdayaan, dan kepedulian sosial kepada seluruh lapisan masyarakat.

