Kamis, 30 Juli 2026

Yogyakarta, Berita Panti – Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Yogyakarta menggelar doa bersama dalam rangka memperingati Milad ke-62 Wali Kota Yogyakarta, Bapak Hasto Wardoyo, pada Kamis (30/7/2026). Kedatangan Bapak Wali Kota disambut meriah oleh anak-anak asuh melalui pagar betis, mengenakan baju koko putih, serta yel-yel Tepuk MasJos sebagai ungkapan selamat dan rasa hormat.
Kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur sekaligus doa bagi Bapak Hasto Wardoyo agar senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam menjalankan amanah sebagai Wali Kota Yogyakarta. Acara yang berlangsung dengan khidmat ini dihadiri oleh tokoh lintas agama sebagai simbol semangat toleransi, kebersamaan, dan kolaborasi dalam mendukung pengembangan Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Yogyakarta, khususnya di bidang ekologi dan penataan lingkungan.

Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan kalangan akademisi untuk memberikan masukan terkait konsep arsitektur dan rencana pembangunan panti di masa depan. Turut hadir pula unsur Persyarikatan Muhammadiyah dari tingkat Pimpinan Pusat (PP), Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), serta perwakilan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) mulai dari jenjang SD hingga SMA. Kehadiran berbagai pihak tersebut diharapkan memperkuat sinergi, memperluas jejaring kolaborasi, dan mendukung keberlanjutan pengembangan panti sebagai pusat pemberdayaan, pendidikan, dan pelayanan sosial yang berkemajuan.

Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan semangat kebersamaan, persaudaraan, dan sinergi dalam mendukung pembangunan masyarakat yang berkemajuan serta mempererat hubungan antara Pemerintah Kota Yogyakarta dan Muhammadiyah.
Dalam sambutannya, Bapak Hasto Wardoyo menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh keluarga besar Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Yogyakarta. Beliau mengungkapkan, “Seumur hidup, hanya di panti ini acara ulang tahun saya dilaksanakan semeriah ini.” Ungkapan tersebut disambut hangat oleh seluruh tamu undangan dan menjadi momen yang penuh keakraban.

Pada kesempatan yang sama, Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Yogyakarta secara resmi melaksanakan Launching Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Madu Surya Asy-Syifa sebagai langkah awal membangun kemandirian lembaga dalam memasuki satu abad pengabdian. Peluncuran tersebut diresmikan langsung oleh Wali Kota Yogyakarta, Bapak Hasto Wardoyo, melalui prosesi pemukulan gong sebagai simbol dimulainya pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah di bidang budidaya lebah dan produksi madu. Kehadiran Madu Surya Asy-Syifa diharapkan menjadi sarana pemberdayaan yang mampu meningkatkan kesejahteraan anak-anak asuh, karyawan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Madu Surya Asy-Syifa tidak hanya hadir sebagai produk unggulan, tetapi juga mengandung nilai-nilai dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan. Produk ini terinspirasi dari ajaran Al-Qur’an, khususnya QS. Al-Ma’un yang mengajarkan kepedulian terhadap anak yatim, fakir miskin, dan kaum dhuafa, sebagaimana yang diamalkan oleh KH Ahmad Dahlan dalam mendirikan Muhammadiyah. Selain itu, produk ini juga mengangkat QS. An-Nahl ayat 69, yang menjelaskan bahwa madu merupakan salah satu karunia Allah Swt. yang memiliki manfaat bagi kesehatan manusia. Melalui nilai-nilai tersebut, Madu Surya Asy-Syifa diharapkan menjadi media dakwah yang mengajak masyarakat untuk mengamalkan ajaran Islam melalui kepedulian sosial, pelestarian lingkungan, dan pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana.
Usai prosesi peluncuran, Bapak Wali Kota Yogyakarta bersama jajaran pemerintah berkesempatan mengunjungi area budidaya lebah yang dikelola oleh panti. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyaksikan secara langsung proses budidaya lebah, mengikuti demonstrasi pemanenan madu, serta mencicipi hasil panen Madu Surya Asy-Syifa. Suasana hangat dan penuh antusias terlihat ketika para tamu berdialog dengan tim pengembangan mengenai proses budidaya, pengelolaan koloni lebah, hingga pengemasan produk yang menjadi Amal Usaha Muhammadiyah Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Yogyakarta.

Kesan positif pun disampaikan oleh Bapak Wali Kota setelah mencicipi madu hasil produksi panti. Beliau mengajak masyarakat untuk mengenal produk lokal yang memiliki nilai sosial dan manfaat kesehatan tersebut dengan menyampaikan,
“Jika ingat madu, maka ingatlah Surya Asy-Syifa, Amal Usaha Muhammadiyah dari Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah.” Ungkapan tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus apresiasi terhadap inovasi yang dikembangkan oleh panti dalam membangun kemandirian melalui Amal Usaha Muhammadiyah.
Dalam dialog bersama pengurus panti, Bapak Tri Haryanto dan Bapak Aris Madani yang mendampingi Bapak Hasto Wardoyo, Wali Kota Yogyakarta menyampaikan apresiasi atas lahirnya Madu Surya Asy-Syifa sebagai Amal Usaha Muhammadiyah yang dikembangkan oleh Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Yogyakarta. Menurut beliau, budidaya lebah tidak hanya memiliki nilai ekonomi yang dapat mendukung kemandirian lembaga, tetapi juga menjadi media edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, memanfaatkan potensi alam secara bijaksana, serta menumbuhkan semangat kewirausahaan sejak dini.
Bapak Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan. Beliau menyampaikan bahwa penanaman tanaman berbunga, seperti bunga air mata pengantin, sangat penting karena menjadi sumber nektar bagi lebah. Dengan semakin banyak tanaman berbunga, lebah dapat berkembang dengan baik, produksi madu meningkat, dan lingkungan menjadi lebih hijau serta lestari. Hal ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam mengembangkan usaha yang bermanfaat sekaligus menjaga kelestarian alam.

Melalui kegiatan launching ini, Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Yogyakarta berharap dapat memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Yogyakarta, Muhammadiyah, dunia pendidikan, tokoh agama, akademisi, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai program pemberdayaan yang mendukung kesejahteraan anak-anak asuh, memperkuat kemandirian Amal Usaha Muhammadiyah, serta mendorong tumbuhnya kepedulian terhadap lingkungan. Dengan semangat kebersamaan, Madu Surya Asy-Syifa diharapkan tidak hanya dikenal sebagai produk madu berkualitas, tetapi juga menjadi simbol dakwah, pendidikan, pemberdayaan, dan kepedulian sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung terwujudnya Kota Yogyakarta yang maju, lestari, dan berkemajuan.
SUMBER REFRENSI
QS. Al-Ma’un (107: 1–7): Prinsip utama kepedulian, pengasuhan, dan pemberdayaan anak yatim serta kaum dhuafa.
QS. An-Nahl (16: 69): Penjelasan mengenai khasiat dan keutamaan madu sebagai obat (syifa) bagi manusia.
Pernyataan Resmi Wali Kota Yogyakarta (Bapak Hasto Wardoyo): Sambutan Milad ke-62 dan Pidato Peresmian AUM Madu Surya Asy-Syifa di Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Yogyakarta (30 Juli 2026).
Dokumentasi Kegiatan: Tim Media LKSA PAY Putra Muhammadiyah Yogyakarta.
Penulis : Darma Darma selaku pengasuh Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Yogyakarta
Publikasi : Ahmad Rojali relawan pengasuhan Panti Putra Muhammadiyah Yogyakarta
