Dinas Pertanian DIY tinjau lahan produktif & budidaya perikanan Panti Putra Muhammadiyah Yogyakarta demi tingkatkan kemandirian panti.

Mergangsan, Yogyakarta, Berita Panti – Setelah melaksanakan audiensi dengan PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta pada Senin, 20 Juli 2026 di pagi hari, Tim Pengembangan Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Yogyakarta kembali melanjutkan agenda pengembangan jejaring kelembagaan pada sore harinya. Kali ini, panti menerima kunjungan dari Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai bagian dari upaya membangun sinergi dalam pengembangan potensi lingkungan dan pemberdayaan kawasan panti.
Kedatangan rombongan Dinas Pertanian DIY disambut langsung oleh Bapak Tri Haryanto selaku pengelola panti, didampingi Bapak Tofani selaku Pengurus Harian, serta Bapak Suwarna dan Bapak Rio dari Tim Pengembangan dan Pembangunan Panti. Suasana penyambutan berlangsung hangat dan penuh keakraban sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat kerja sama antarinstansi.
Meninjau Potensi Pengembangan Kawasan Panti

Sebelum memasuki sesi diskusi, rombongan diajak berkeliling untuk melihat secara langsung kondisi lingkungan panti. Peninjauan dilakukan pada sejumlah area yang masih memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan produktif, seperti lahan terbuka, ruang hijau, hingga area yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian dan pemberdayaan.
Dalam kesempatan tersebut, Tim Pengembangan Panti memaparkan visi pengembangan lembaga yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan sosial bagi anak-anak asuh, tetapi juga diarahkan menjadi pusat pembelajaran, pemberdayaan, dan kemandirian berbasis potensi lingkungan. Pemanfaatan lahan secara optimal diharapkan mampu menjadi sarana edukasi sekaligus mendukung keberlangsungan program-program produktif yang bermanfaat bagi anak-anak asuh maupun masyarakat sekitar.
Meninjau Unit Budidaya Perikanan

Setelah meninjau lingkungan panti, rombongan kemudian diajak mengunjungi unit budidaya perikanan yang menjadi salah satu usaha produktif milik panti. Di lokasi kolam budidaya, Bapak Tri Haryanto bersama tim menjelaskan sistem pemeliharaan ikan, kapasitas kolam, hingga rencana pengembangan sektor perikanan di masa mendatang.
Pengelola panti menjelaskan bahwa budidaya perikanan tidak hanya berfungsi sebagai upaya mendukung ketahanan pangan bagi anak-anak asuh, tetapi juga menjadi media pembelajaran keterampilan, kewirausahaan, dan penguatan karakter. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak dibiasakan untuk bertanggung jawab, disiplin, serta memahami pentingnya mengelola sumber daya alam secara produktif dan berkelanjutan.
Peluang Kolaborasi dan Pendampingan

Melihat potensi yang dimiliki panti, pihak Dinas Pertanian DIY memberikan apresiasi terhadap berbagai upaya pengembangan yang telah dilakukan. Menurut mereka, budidaya perikanan maupun pemanfaatan lahan produktif memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan melalui pendampingan teknis, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penerapan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan.
Dalam sesi diskusi, kedua belah pihak juga membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat diwujudkan pada masa mendatang. Di antaranya meliputi pendampingan pengelolaan lahan, penghijauan kawasan panti, pengembangan pertanian terpadu, hingga pemberdayaan sektor perikanan sebagai bagian dari program kemandirian lembaga.
Membangun Panti yang Mandiri dan Berkelanjutan

Kunjungan Dinas Pertanian DIY menjadi salah satu langkah strategis Tim Pengembangan Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Yogyakarta dalam memperluas jejaring kemitraan dengan berbagai instansi pemerintah. Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan berbagai program yang tidak hanya mendukung kemandirian ekonomi lembaga, tetapi juga menjadikan panti sebagai pusat pembelajaran, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian lingkungan.
Dalam tulisannya, Darma menyimpulkan bahwa kunjungan Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi awal yang baik untuk membangun kerja sama dalam pengembangan potensi panti. Sinergi ini diharapkan dapat mendukung pemanfaatan lahan, budidaya perikanan, dan program pemberdayaan sehingga Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Yogyakarta semakin mandiri serta mampu menjadi pusat pembelajaran dan pelestarian lingkungan yang bermanfaat bagi anak-anak asuh maupun masyarakat.
Dalam tulisannya, Darma menyimpulkan bahwa kunjungan Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi awal yang baik untuk membangun kerja sama dalam pengembangan potensi panti. Sinergi ini diharapkan dapat mendukung pemanfaatan lahan, budidaya perikanan, dan program pemberdayaan sehingga Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Yogyakarta semakin mandiri serta mampu menjadi pusat pembelajaran dan pelestarian lingkungan yang bermanfaat bagi anak-anak asuh maupun masyarakat.
Refrensi
Dokumentasi Liputan Lapangan: Laporan kunjungan resmi Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta ke Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Yogyakarta (Senin, 20 Juli 2026).
Catatan Penulis & Redaksi: Dibuat oleh Bapak Darma (Pengasuh Panti) dan dipublikasikan oleh Ahmad Rojali (Relawan Pengasuhan Panti Putra Muhammadiyah Yogyakarta).
Pemberdayaan Perikanan & Pertanian Terpadu: Program ketahanan pangan lokal berbasis kolam budidaya dan pemanfaatan lahan pekarangan panti.
Pedoman Kerjasama Kelembagaan: Sinergi Panti Asuhan (LKSA) bersama Instansi Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dalam program edukasi dan wirausaha santri.
Penulis : Darma Darma selaku pengasuh Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Yogyakarta
Publikasi : Ahmad Rojali relawan pengasuhan Panti Putra Muhammadiyah Yogyakarta
